Hussein, seorang pengantar pizza, setiap hari menyaksikan distribusi kekayaan yang tidak adil di negara asalnya, Iran. Suatu hari, ia menemukan sebuah dompet berisi kwitansi-kwitansi yang sangat mahal dari toko perhiasan mewah. Ia mencoba mengembalikan dompet itu ke toko, tetapi karena pakaiannya yang sederhana, ia tidak diizinkan masuk. Kemudian, saat mengantar pesanan, seorang pria kaya mengundang Hussein ke rumah mewahnya yang megah – sebuah peristiwa yang mendorong Hussein untuk melakukan upaya putus asa demi kekayaan.







